Headlines News :
Nglayani Wong Banyumas
Nglayani wonge dewek
Mbangun Desane Dewek
Ora ngapak Ora kepenak
Home » , » MEMBENTUK KARAKTER, MEMBANGUN PERADABAN

MEMBENTUK KARAKTER, MEMBANGUN PERADABAN

Written By ░▒▓ on Saturday, March 26, 2016 | 7:41 AM

Di sebuah hotel yang melaksanakan program go green, menghimbau tamu-tamunya untuk hemat dalam memakai handuk. Kalau memang masih bersih, tamu disarankan untuk menjemur handuk dengan baik di kamar mandi. Sebab, mencuci satu handuk sama dengan menghabiskan air dari 1 pohon. Bila setiap hari sebuah hotel mencuci 500 handuk, itu artinya telah memakai air dari 500 batang pohon. Betapa borosnya dan betapa mahalnya biaya satu handuk.
Berapa juta pohonkah yang harus tetap terawat dengan baik agar dapat menyimpan air dengan baik untuk memenuhi kebutuhan mencuci bagi ribuan hotel di sebuah negara?
Bila tamu-tamu hotel abai dan cuek saja dengan himbauan tersebut, lalu tiga malam dia menginap tiga pula handuk yang dia pergunakan dari hotel, handuk yang baru dipakai sekali mandi dia biarkan kotor dan tergeletak dilantai, tentu lingkungan hidup kita akan semakin sulit untuk dijaga. Padahal, handuk yg sekali pakai tersebut masih sangat bersih dan layak dipakai sekali atau duakali mandi lagi.
Ini baru satu perilaku sederhana dalam penggunaan handuk yang berefek kepada borosnya air. Tapi perilaku sederhana ini, bila terbentuk dalam setiap orang, akan memberikan manfaat yang besar pada kesinambungan hidup manusia.
Di sebuah kota, pemerintahnya telah membagi jadwal pembuangan sampah dari setiap rumah. Sampah plastik satu hari. Besoknya sampah basah. Dan begitu seterusnya. Yang tidak terpilah sampahnya, tidak akan diambil oleh petugas, dan malah akan didenda. Akibatnya, setiap rumah telah memilah dulu sampah-sampahnya. Dan menaroknya di depan rumah masing-masing sesuai jadwal.
Awalnya aturan ini sangat berat menjalankannya. Bahkan menimbulkan perlawanan dari sebagian yang merasa kenyamanannya terganggu. Atau orang-orang yang sudah terbiasa membuang sampah seenaknya tanpa mau memilah. Namun karena kegigihan pihak pelaksana, pelan tapi pasti, masyarakat itu mulai terbiasa membuang sampah secara teratur. Bahkan 150an ribu keluarga sudah sangat teratur. Dan ratusan bank sampah terbentuk di kota tersebut. Akibatnya kota menjadi lebih bersih, pengelolaan sampah menjadi lebih murah bahkan produktif.
Seorang Ustadz kondang sudah terbiasa merapikan letak sandalnya ketika akan masuk masjid. Sandal tersebut dia susun rapi menghadap keluar. Tidak lupa, beberapa pasang sandal di kanan kiri sandalnya, beliau rapikan juga menghadap keluar. Begitulah selalu beliau lakukan ketika hendak masuk masjid.
Awalnya kelihatan aneh. Tapi lama kelamaan banyak jamaah yang meniru gaya sang ustadz. Akhirnya itupun menjadi kebiasaan bersama yang ringan. Sandal sepatu berjejer rapi menghadap keluar. Saat selesai shalat dan keluar masjid, kaki tinggal disorongkan ke sandal masing-masing. Kalau masih ada sepasang dua pasang sepatu yang tidak teratur atau terbolak-balik, kemungkinan besar itu tamu yang belum terbiasa "teratur".
Di sebuah negara, sudah menjadi kebiasaan bila terjadi macet kendaraan, maka semua mobil mengambil jalur kiri dan yang paling kanan. Adapun yang tengah dikosongkan. Tidak ada yang berani mengisi atau melewatinya. Mereka tetap sabar dan disiplin. Untuk apa jalur tengah yang kosong ini? Sementara di bagian pinggir kanan dan kiri banyak mobil macet berjejer?
Jalur ini diperuntukkan bagi ambulan, pemadam kebakaran dan mobil polisi. Sehingga bila ada kecelakaan, kebakaran atau korban yang perlu dievakuasi cepat dan segera, maka pertolongan akan mudah sampai ke lokasi dan pertolongan dapat segera diberikan.
Hari ini kita masih terus menyaksikan disekitar kita, tidak hadirnya peradaban karena hilangnya karakter. Tidak muncul kemajuan karena rendahnya kepedulian dan rasa tanggung jawab.
Kita menyaksikan orang-orang yang membuang sampah sembarangan dan seenaknya. Jelas-jelas ada bak sampah yang besar, tapi sampahnya ditarok diluar bak sampah. Apatah lagi untuk memilah sampah dari rumah. Takkan mau mereka melakukan.
Di jalan raya, mobil-mobil baru dan mewah bersileweran. Tanda sebagian orang ekonominya sudah naik kelas. Namun, ternyata ilmu dan akhlaknya belum naik kelas. Tidak sedikit kita temukan, dari jendela mobil mewah tersebut, mereka membuang sampah ke jalan. Ke kiri atau ke kanan. Kadang ada pengendara lain yang terganggu atau tertimpa karena lemparan sampah tersebut.
Bila kita berkunjung ke masjid, didepan pintu masjid sandal dan sepatu berserakan tidak terartur. Padahal kadang ada raknya di dekat itu, tapi tidak digunakan. Masing-masing tidak peduli dengan kerapian.
Begitu juga dijalan raya. Jangankan akan mengosongkan satu jalur, jalan yang satu jalur saja bisa dipaksa menjadi dua atau tiga jalur mobil. Karena masing-masing ego dan tidak mau mengalah. Sedikit saja celah, kepala mobilnya langsung masuk.
Apalagi pengendara sepeda motor. Banyak yang tidak ada etika dan sopan santun berkendara. Motornya tak kenal berhenti. Yang ada hanya gigi maju, tak ada gigi berhenti. Kanan atau kiri tak peduli, setiap celah mesti dikebut mengisinya. Bila nampak ada mobil yang mau berbelok, dan bahkan sudah mengasih kode lampu, justru motornya semakin kencang dan dikebut. Tak ada cerita mengalah.
Lama-kelamaan masyarakat semakin rusak. Satu sama lain tidak peduli. Kehidupan semakin ganas. Peradaban akan hancur. Nafsi nafsi....

Oleh :  KH. Irsyad Safar, Lc. M.Ed
Ketua DPW PKS Sumatra Barat
Share this article :

9 comments :

  1. Terimakasih atas infonya sukses selalu
    bagi yang butuh informasi hp Gadget menarik.. lihat aja link disini!!!
    Huawei G8
    Huawei Mediapad T1
    Huawei P8 Lite
    Huawei MateBook

    ReplyDelete
  2. Terimakasih atas infonya sukses selalu
    pilihan wisata di pantai pangandaran.. lihat aja link disini!!!
    Pantai Batu Hiu
    Pantai Karang Nini
    Pantai Karapyak
    Pantai Pangandaran

    ReplyDelete
  3. salam sukses dari lenovo, terima kasih telah diijinkan berkunjung ke situs anda.
    Lenovo K900
    Lenovo A6000
    Lenovo A7000
    Lenovo A369i

    ReplyDelete
  4. terima kasih telah diijinkan berkunjung ke situs anda. salam sukses dari hargasamsungsmartphone.com
    Samsung Galaxy Ace 2
    Samsung Galaxy Grand
    Samsung Galaxy Ace Plus
    Samsung Galaxy S3 Mini

    ReplyDelete
  5. terima kasih telah diijinkan berkunjung ke situs anda. salam sukses dari hargasamsungsmartphone.com
    Samsung Galaxy Fame
    Samsung Galaxy Chat
    Samsung Galaxy Grand Prime
    Samsung Galaxy Y Duos

    ReplyDelete

Memperingati Maulid Nabi SAW

Memperingati Maulid Nabi SAW
 
Maintained By :
Tim Media DPD PKS Kabupaten Banyumas,
Credit to Maskolis
Copyright © 2016. DPD PKS Banyumas - All Rights Reserved