banyumas.pks.id - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah menggelar Sosialisasi Konsepsi Dasar Partai (SKDP) sekaligus pelantikan Dewan Pakar dan Dewan Penasihat, Ahad (30/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grasia, Kota Semarang, tersebut menjadi ruang penguatan pemahaman kader dan pejabat publik PKS terhadap falsafah, nilai, serta tujuan dasar perjuangan partai.
Ketua DPW PKS Jawa Tengah Hadi Santoso mengatakan pemahaman terhadap konsepsi dasar partai diperlukan agar aktivitas kader tetap memiliki arah dan tidak terlepas dari akar perjuangan PKS.
“Gerak kita akan menjadi maksimal jika secara konsep kita dapat memahami, mendalami, dan mempelajarinya secara detail. Dengan begitu, langkah kita memiliki ruh dan semangat perjuangan serta tidak terputus dari akar perjuangan dan konsep dasar kita,” ujar Hadi.
Menurut Hadi, materi dalam konsepsi dasar partai mungkin bukan sesuatu yang sepenuhnya baru bagi sebagian kader. Namun, pemahaman tersebut tetap perlu terus dipelajari dan diperbarui, termasuk oleh kader yang saat ini mendapat amanah sebagai pejabat publik.
Ia menilai pemahaman tersebut penting agar setiap langkah kader, baik dalam aktivitas kepartaian maupun ketika menjalankan amanah publik, tetap berada dalam koridor nilai yang menjadi dasar perjuangan PKS.
Menghubungkan Nilai dengan Kerja di Lapangan
Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Jawa Tengah Budi Hartato mengatakan SKDP juga menjadi ruang untuk melihat sejauh mana nilai-nilai perjuangan partai telah diterapkan dalam kehidupan nyata.
“Yang ingin kita lihat adalah apakah secara nyata di lapangan kita sudah nyambung dengan falsafah perjuangan. Apakah nilai-nilai tersebut sudah kita bawa dan apakah masyarakat sudah merasakan manfaatnya,” kata Budi.
Menurut Budi, aktivitas politik yang semakin beragam tidak boleh membuat kader kehilangan hubungan dengan asas dan falsafah perjuangan partai.
Ia menilai konsepsi dasar partai diperlukan sebagai panduan syariah, etika, dan moral bagi kader dalam menjalankan aktivitasnya di tengah masyarakat.
“Jangan sampai kita sibuk dengan berbagai aktivitas sehingga melupakan asas dan falsafah. Karena itu, kita membutuhkan panduan agar kerja di lapangan tidak melupakan jati diri kita sebagai jamaah dakwah,” tuturnya.
Pesan tersebut juga berkaitan dengan kader yang mendapat amanah sebagai pejabat publik. Menurut Budi, jabatan politik tidak hanya berkaitan dengan tanggung jawab selama seseorang menduduki jabatan, tetapi juga membawa konsekuensi moral atas manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
Karena itu, ia berharap kader PKS yang mendapatkan amanah di ruang publik dapat menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Ketika menjabat, kader diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Itulah salah satu dampak politik yang menjadi tujuan penting partai,” pungkasnya.
Kegiatan SKDP tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya DPW PKS Jawa Tengah menjaga kesinambungan pemahaman kader terhadap konsepsi dasar partai, terutama bagi mereka yang menjalankan amanah kepartaian maupun tugas pelayanan publik. [komdigi]

0 Comments