Ticker

6/recent/ticker-posts

Empat Tahun Menanti, Jembatan Cibun Kembali Dibangun

banyumas.pks.id - Selama bertahun-tahun, warga Grumbul Cibun, Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Banyumas, harus mengandalkan jembatan gantung untuk beraktivitas melintasi Sungai Logawa. Kondisi itu membuat akses warga, termasuk untuk membawa hasil pertanian ke luar dusun, tidak mudah.

Harapan warga untuk memiliki jembatan permanen kembali terbuka setelah pembangunan jembatan di ruas jalan Baseh–Sunyalangu kembali dilanjutkan.

Senin (24/8/2026), Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono melakukan peletakan batu pertama pembangunan tahap keempat. Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPR RI Fraksi PKS Yanuar Arif Wibowo dan Kepala Dinas PU Banyumas Kresnawan.

Bagi warga Cibun, kelanjutan pembangunan ini menjadi kabar yang sudah lama ditunggu. Pembangunan jembatan sebelumnya telah berjalan hingga tahap ketiga dan selesai sekitar akhir 2022, tetapi kemudian terhenti.

Selama menunggu kelanjutan pembangunan, jembatan gantung menjadi akses utama warga.

Jauh sebelum jembatan gantung tersedia, kondisi warga bahkan lebih sulit. Sejak sebelum 2004, warga harus menyeberangi Sungai Logawa secara langsung untuk beraktivitas ke wilayah seberang.

Persoalan akses tersebut kemudian menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan warga kepada Yanuar Arif Wibowo.

Saat mulai menjadi anggota DPR RI pada akhir 2024, Yanuar mengaku membawa persoalan tersebut ke pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Ia mendorong agar pembangunan jembatan yang terhenti dapat kembali dilanjutkan dengan dukungan pemerintah pusat.

Upaya tersebut kemudian mendapat tindak lanjut. Pada 2026, pemerintah pusat mengalokasikan sekitar Rp5 miliar untuk mendukung pembangunan jembatan tersebut. Pemerintah Kabupaten Banyumas juga memberikan dukungan anggaran sekitar Rp2,1 miliar melalui APBD.

“Warga mengeluhkan karena tidak adanya jembatan membuat mereka terisolasi. Hasil pertanian juga sulit dibawa atau dijual ke luar dusun. Selama ini warga hanya mengandalkan jembatan gantung,” kata Yanuar.

Kepala Dinas PU Banyumas Kresnawan menjelaskan, pembangunan tahap keempat merupakan pekerjaan konstruksi yang dilanjutkan dengan bantuan gelagar dari pemerintah pusat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Yanuar yang turut mengawal kebutuhan pembangunan tersebut hingga Banyumas memperoleh bantuan dari pemerintah pusat.

Namun, pekerjaan belum selesai hanya dengan berdirinya jembatan.

Kresnawan berharap pembangunan dapat dilanjutkan dengan pembangunan ruas jalan di sisi seberang. Dengan demikian, jembatan yang dibangun nantinya benar-benar terhubung dengan akses jalan dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Banyumas dari Dapil 6, Slamet Sukoco, menilai persoalan akses jembatan merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat Cibun.

Ia mengapresiasi upaya yang dilakukan Yanuar dalam membawa persoalan tersebut hingga mendapat perhatian pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, tentu bagian dari sinergi pusat dan daerah. Mengupayakan untuk terus mendengar, menyampaikan, memahami kebutuhan masyarakat secara langsung,” kata Slamet.

Ia berharap pembangunan dapat berjalan dengan baik sehingga jembatan segera dapat digunakan masyarakat.

Bagi warga Cibun, dimulainya kembali pembangunan jembatan bukan sekadar dimulainya pekerjaan konstruksi. Setelah bertahun-tahun menunggu, mereka kembali memiliki harapan bahwa akses permanen yang selama ini dibutuhkan akhirnya benar-benar bisa terwujud. [komdigi]

Post a Comment

0 Comments