Namun, dalam urusan dengan Sang Pencipta, situasinya justru berbanding terbalik. Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang datang bersimpuh, merayu, dan meminta dengan bersungguh-sungguh. Manusia mungkin akan bosan jika terus-menerus dimintai bantuan, tetapi Allah Yang Maha Kaya justru membuka pintu-Nya lebar-lebar bagi siapa saja yang mau mengetuk.
Menariknya, dalam kalender Islam, ada satu hari istimewa yang disediakan khusus sebagai waktu terbaik bagi kita untuk benar-benar “all out” atau menumpahkan segala isi hati dalam berdoa. Hari itu adalah Hari Arafah.
Rasulullah SAW sendiri memberikan jaminan tentang keistimewaan hari ini melalui sabdanya:
“Sebaik-baik doa adalah doa di hari Arafah, dan sebaik-baik ucapan yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah: ‘Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir’ (Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kekuasaan dan segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu).”
Melalui hadis ini, kita diajarkan untuk memulai momentum doa dengan mengagungkan nama Allah. Ketika kita sadar dan mengakui bahwa Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, maka tidak ada lagi istilah "mustahil" bagi setiap impian yang sedang kita perjuangkan atau masalah yang sedang kita hadapi.
Oleh karena itu, jika hari ini kita sedang diuji dengan beratnya beban hidup, masalah keluarga yang pelik, atau sedang buntu memikirkan masa depan pekerjaan, Hari Arafah adalah jawaban dan ruang tunggu terbaik kita. Jangan ragu-ragu untuk meminta sebanyak-banyaknya. Mintalah hal-hal besar, karena kita sedang meminta kepada Yang Maha Besar.
Hari Arafah datang bukan untuk dilewatkan begitu saja dengan rutinitas harian yang biasa. Mari kita siapkan "daftar doa" terbaik kita dari sekarang. Mintalah apa saja, baik urusan dunia maupun akhirat. Sebab bagi Allah Yang Maha Memiliki Segalanya, mengabulkan seluruh doa kita tidak akan sedikit pun mengurangi kekuasaan-Nya. [komdigi]

0 Comments