Ticker

6/recent/ticker-posts

Hari Keluarga Bukan Sekadar Seremoni, tetapi Pengingat Bahwa Masa Depan Bangsa Dimulai dari Rumah

banyumas.pks.id - Di tengah kesibukan bekerja, sekolah, dan aktivitas yang semakin padat, ada satu hal yang sering luput dari perhatian banyak orang: keluarga. Padahal, rumah merupakan tempat pertama seorang anak belajar mengenal nilai, membangun karakter, hingga memahami cara hidup berdampingan dengan orang lain. Apa yang tumbuh di dalam keluarga pada akhirnya akan ikut menentukan wajah masyarakat di masa depan.

Momentum Hari Keluarga Nasional menjadi pengingat bahwa membangun bangsa tidak selalu dimulai dari ruang-ruang besar atau kebijakan negara. Langkah itu justru berawal dari ruang yang paling sederhana, yakni keluarga. Dari lingkungan inilah lahir generasi yang kelak akan menjadi pemimpin, pendidik, tenaga profesional, maupun warga negara yang menentukan arah perjalanan Indonesia.

Pandangan tersebut disampaikan Ketua Majelis Syuro PKS, M. Sohibul Iman, dalam sesi PKS Legislative Report menjelang Rapat Paripurna ke-22 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025/2026 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6). Menurutnya, Hari Keluarga Nasional tidak seharusnya dipahami sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk kembali menyadari pentingnya peran keluarga dalam membangun masyarakat dan negara.

"Kita semuanya sepakat bahwa keluarga merupakan unit terkecil di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Karena itu keluarga menjadi fondasi bagi tegaknya masyarakat dan juga negara," ujar Sohibul.

Menurut Sohibul, kualitas sebuah bangsa sangat dipengaruhi oleh kualitas keluarga yang menjadi tempat tumbuh generasi mudanya. Karena itu, membangun keluarga tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga perlu menghadirkan pendidikan karakter, keteladanan, nilai-nilai moral, dan komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak. Proses tersebut menjadi bekal penting agar generasi muda memiliki karakter yang kuat ketika menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Ia mengajak setiap keluarga memanfaatkan momentum Hari Keluarga Nasional untuk kembali memperkuat peran rumah sebagai tempat pertama membentuk karakter. Orang tua, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan anak-anak kepada kegiatan yang positif sekaligus menanamkan nilai-nilai kehidupan sejak dini.

"Di Hari Keluarga ini, mari kita sama-sama terus membangun keluarga kita dengan baik. Generasi muda kita arahkan kepada hal-hal yang positif, sehingga masa depan kita insya Allah akan lebih baik lagi dengan generasi muda yang terbina lebih baik," tuturnya.

Di tengah perubahan sosial yang berlangsung begitu cepat, keluarga tetap menjadi ruang pertama tempat anak belajar tentang kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, dan kasih sayang. Ketika fondasi itu dibangun dengan baik, masyarakat yang lebih harmonis dan bangsa yang lebih kuat bukan lagi sekadar harapan, melainkan sesuatu yang dapat diwujudkan bersama. [komdigi]

Post a Comment

0 Comments